Konseling Kesehatan Pesantren: Wadah Informasi Kesehatan bagi Pesantren

Konseling Kesehatan Pesantren (KKP) merupakan suatu wadah konseling kesehatan bagi pondok pesantren di Indonesia. KKP merupakan salah satu program kerja baru dari Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (DP3M). Program kerja KKP ini memiliki tujuan untuk memberikan wadah atau ruang bagi pondok pesantren terkhusus bagi pesantren yang belum memiliki tenaga kesehatan pesantren agar dapat mengkonsultasikan permasalahan kesehatan di Pondok pesantrennya. Sehingga di harapkan informasi- informasi / jawaban- jawaban dari permasalahan kesehatan yang ada adalah informasi/ jawaban yang benar dan terpercaya. Mengingat kasus COVID yang saat ini masih mengalami peningkatan, Kegiatan KKP dilaksanakan secara daring melalui Whatsapp Group serta dalam pelaksanaannya dibantu oleh para alumni CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah sebagai tenaga kesehatan yang akan menjawab pertanyaan dari pihak Pondok Pesantren.
Adapun program KKP ini di buka sejak Desember 2020 dan hingga kini terhitung sudah ada 26 pondok pesantren yang bergabung dalam grup program ini. Deskripsi pelaksanaannya sendiri yaitu tim Nakes dan perwakilan dari setiap pesantren ditemukan dalam satu grup whastapp. Grup whatsapp tersebut akan diatur oleh panitia dari departemen P3M CSSMoRA UIN Jakarta. Pihak pesantren dipersilahkan kapanpun mengkonsultasikan permasalahan kesehatannya kepada tim Nakes melalui grup tersebut. Tim Nakes terdiri dari para tenaga kesehatan yaitu Dokter, Ners, Apoteker, dan tenaga kesehatan masyarakat. Tim Nakes ini merupakan alumni dari penerima beasiswa santri berprestasi (PBSB) UIN Jakarta. Tentunya ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada para alumni tersebut yang telah bersedia berkontribusi dalam program ini.
Dadang Mulyana, selaku Kepala Departemen dari P3M merasa senang dengan terlaksananya kegiatan KKP karena dapat melakukan kebaikan dengan menyediakan wadah bagi Pondok Pesantren di seluruh Indonesia untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan terkait masalah kesehatan yang ada di Pesantren. “Mungkin untuk kedepannya kegiatan KKP ini dapat dilanjutkan dengan ide atau inovasi yang baru agar para peserta tidak merasa bosan” pesan Dadang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *