Ramadhan Tinggal Menghitung Hari, Kemenag Keluarkan Surat Edaran Tentang Panduan Pelaksaksanaan Ibadah Ramadhan Dan Idul Fitri 1442 H

Sama dengan tahun 2020 kemarin, di tahun 2021 ini bulan Ramadhan berlangsung di masa pandemic COVID-19. Maka dari itu, Kementerian Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah yang ditandatangani oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada tanggal 5 April 2021. Surat edaran ini dikeluarkan dengan tujuan memberikan panduan beribadah dengan menerapkan protokol kesehatan serta untuk mencegah dan memutus rantai penularan COVID-19. Pada surat edaran ini berisikan panduan ibadah puasa, sahur pelaksanaan kegiatan ibadah di masjid, peringatan Nuzulul Quran, vaksinasi dan pelaksanaan Sholat Idul Fitri. Berikut merupakan panduan beribadah yang terdapat pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021:
• Umat Islam kecuali yang sakit atau alasan syari’i lain yang dibenarkan, maka wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.
• Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.
• Kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan dengan mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan diimbau menghindari kerumunan.
• Shalat fardu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus A1- Qur’an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/mushala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.
• Pengajian/ceramah/taushiyah/kultum Ramadan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 (lima belas) menit
• Peringatan Nuzulul Qur’an di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
• Pengurus masjid atau mushala wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan mengumumkan agar setiap jamaah membawa sajadah / mukena masing-masing.
• Peringatan Nuzulul Qur’an yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, juga wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat/lapangan.
• Vaksinasi Covid-19 bisa dilakukan selama Bulan Ramadhan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.
• Pengumpulan dan penyaluran zakat, infak dan shadaqah maupun zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan menghindari adanya kerumunan.
• Dalam pelaksanaan ibadan dan dakwah mubaligh/penceramah agama dapat menjaga ukhuwwah Islamiyah, Ukhuwuah wathaniyah, dan ukhuwwah bashariyah dan tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.
• Para mubaligh atau penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat. Begitu juga nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al Quran dan As Sunnah.
• Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka. Hal ini dilakukan dengan catatan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Ketentuan tersebut menyesuaikan perkembangan COVID-19 berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Sumber:
Menteri Agama Republik Indonesia. 2021. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *