Departemen Keislaman Angkat Topik LGBT di Kegiatan Seminar Kesehatan

(Sabtu, 23/11/2019) Departemen Keislaman CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selesai melaksanakan seminar kesehatan dengan mengangkat topik terkait LGBT. Kegiatan yang diadakan di Auditorium Prof. MK Tadjoedin, lantai 2 FK-Fikes ini dihadiri oleh anggota CSSMoRA sendiri, mahasiswa UIN juga UMJ. Kegiatan dengan topik LGBT ini dijelaskan langung oleh Prof. Huzaemah dari bidang keislaman, dr. Isa Multazam Noor, M. Sc., Sp. KJ(K) dari biang psikiatri dan Nurfadhilah, S. KM., M. KM. dari bidang kespro.

“Semoga acara ini dapat membawa manfaat baik bagi panitia maupun peserta. Pesannya buat teman-teman CSSMoRA, diharapkan bisa lebih aktif lagi di setiap kegiatan-kegiatan CSSMoRA.” Ucap M. Akmal Alauddin, ketua panitia kegiatan tersebut.

Ahmad Faizun Ni’am selaku moderator pada kegiatan ini menambahkan, kegiatan semacam ini sangat berkesan, kita bisa mendapatkan pengetahuan baru terkait kasus-kasus gangguan kepribadian juga membuka wawasan baru bahwa beberapa aspek sangat berpengaruh terhadap kejadian-kejadian LGBT begitu pun sebaliknya terutama di bidang kesehatan. Sayangnya, beberapa materi –terkendala waktu yang singkat juga- belum cukup terbahas, salah satunya perihal konsekuensi-konsekuensi hokum islam terkait LGBT ini.

“Saya termasuk orang yang kontra dalam beberapa kasus LGBT namun juga ada dukungan ke mereka dalam kondisi-kondisi yang lain, misalnya untuk kasus kesehatan reproduksi saya lebih cenderung ke keadaan bagaimana LGBT ini dibebaskan kehendaknya sebagai LGBT, tentu dengan tidak merusak kesehatan diri sendiri atau orang lain baik kesehatan reproduksi ataupun kesehatan mental yang mana dapat dimulai dengan mengajak orang lain untuk menjadi seperti komunitas mereka. karena saya sendiri masih meyakini bahwa LGBT banyak mudharatnya baik dari segi sosial ataupun kesehatan. Dari beberapa hal yang telah saya baca, LGBT ini menimbulkan dampak sosial yang sangat negatif, diskriminatif, bullying juga depresi. Namun mereka juga punya hak yang sama untuk mendapat penerimaan di masyarakat dan di mata hukum dalam menerima sarana pelayanan publik. Selain dampak social, LGBT juga berdampak bagi kesehatan individu LGBT sendiri, seperti depresi, penggunaan jarum suntik/narkoba/alkohol hingga ke perbuatan menyakiti diri sendiri bahkan percobaan bunuh diri. Hal ini timbul berkaitan dengan stigma negatif dari masyarakat terhadap LGBT. Saya pribadi juga masih bingung bagaimana seharusnya hal ini dihentikan. Apakah dengan penghapusan LGBT atau dengan pencerdasan masyarakat agar tidak sewenang-wenang dan berstigma negatif terhadap LGBT.” Tutur mahasiswa kedokteran 2016 tersebut.

Di akhir wawancara dengan reporter Denta, anggota CSSMoRA angkatan 2016 tersebut menyampaikan agar kiranya kegiatan-kegiatan seperti ini tetep dilaksanakan, dan publikasinya digencarkan karena banyak sekali yang tertarik untuk mengikuti kegiatan semacam ini terlebih diskusi-diskusi mengenai topik keislaman apalagi yang berkesinambungan dengan kesehatan itu sangat renyah untuk dibahas.
“Untuk teman-teman CSSMoRA, ayo kita sama-sama meramaikan kegiatan-kegiatan yang bersifat akademis seperti ini jangan hanya kegiatan-kegiatan yang bersifat rekreasional. Sarannya, untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya mungkin kita perlu untuk menghadirkan narasumber yang kontra dengan topik agar wawasan yang kita dapatkan juga itu berimbang.” Tambahnya.

“Write it down! Youu will die but not with your writings.”
Denta CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2019/2020.
[Ainur Rosyidah_ma]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *