Prestasi; Setelah Poster Publik, CSSMoRA Dibanggakan Kembali Lewat Kompetisi Basket

(Selasa, 24/09/2019) Ikhtiar Inayahdin, anggota CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017 berhasil menuai kebanggan dengan membawa juara II bersama tim basketnya pada event BVJ Cup 2019. Event besar ini merupakan kompetisi basket putra-putri antar universitas, yang mana pada kali ini diikuti oleh UNPAM, UNINDRA, UPJ, Poltekim, Pertamina, IISIP, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UPN selaku tuan rumah kompetisi tersebut.

Mahasiswa program studi farmasi ini menuturkan, pada awal pertandingan tim putra dibagi menjadi tiga grup dengan satu grup berisi 3 universitas. Tim basket UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berbagi grup dengan tim IISIP dan Poltekim. Penyisihan membukakan pintu di tahap selanjutnya bagi tim UIN setelah bertanding dengan IISIP. Perlawanan kedua, tim UIN dipertemukan dengan juara bertahan, tim Poltekim. Dengan skor 28 – 27, tim UIN harus menerima kekalahan pada pertandingan kedua ini. Tetapi, perjuangan belum usai. Pada akhir penyisihan tim UIN berhasil menjadi runner up terbaik dan berhak masuk semifinal. Setelah perjuangan panjang dan melalui babak semifinal tim UIN dinyatakan berhak masuk final. Pada akhir kompetisi, tim UIN dipertemukan kembali dengan juara bertahan, Poltekim dan menuai kekalahan yang sama seperti pertemuan pertama. Hasil akhir ini pun memposiskan tim UIN sebagai penyabet juara kedua. “Ini adalah sebuah hal yang sudah sangat patut disyukuri, bertahun-tahun tim UIN belum diberi kesempatan tembus final, Alhamdulillah tahun ini kita berhasil menjejaki fase final dan mendapat juara kedua.” Ujar mahasiswa yang kerap dipanggil Didin ini.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa menjadi juara bukanlah hal yang gampang. Saat diwawancarai reporter Denta, mahasiswa asli Makasar ini juga menyampaikan bukan satu-dua kali rasa putus asa hadir di tengah-tengah latihan basketnya. “Pernah saya berpikir untuk keluar saja dari tim lalu fokus di perkuliahan. Apalagi dengan kondisi tim UIN yang belum jua menuai juara dari tahun ke tahun. Sampai suatu hari teman saya menyampaikan, “Din, kalau lu main basket karena pengin juara lu bakal capek sendiri mending lu belajar kuliah aja.”. berkat kalimat teman saya itu, saya kemudian tersadar dan berlatih keras lagi di dunia basket. Saya bertekad membuktikan bahwa kesukaan saya bermain basket bakal membawa nama UIN dan tidak akan mengganggu perkuliahan saya. Dan Alhamdulillah hari ini mimpi saya terwujud. Meskipun bukan kejuaraan bergengsi, saya tetap sangat bersyukur” Ya! Perkataan Didin yang baru saja itu, telah dibuktikannya dengan membawa juara kedua untuk UIN.

“Jangan pernah menyerah dalam menggapai keinginan karena semuanya akan indah pada waktunya. Entah besok, beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun lagi. Yakin bahwa kita bisa melakukannya, tentu dengan tidak pernah lupa untuk tetap berusaha tidak peduli seberapa banyak masalah yang dating menghampiri.” Ungkap Didin di akhir wawancara Denta.

“Write it down! You will die but not with your writings.”
Denta CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2019/2020.
[Retno Palupi M.A]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *