Keluarga CSSMoRA UIN Jakarta Mengepakkan Sayapnya ke Swedia

CSSMoRA UIN Jakarta kembali dibuat bangga. Ika Nur Atiqoh. Anggota CSSMoRA UIN Jakarta 2011 program studi kesehatan masyarakat, berhasil menjadi salah satu mahasiswa jenjang S2 di Karolinska Institutet, Swedia. Tidak tanggung-tanggung, jalur yang diambil pun bukan jalur yang gampang, yakni LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementrian Keuangan melalui jalur Afirmasi Santri yang baru dibuka pada tahun ini.
Alumni pondok pesantren Minhajut Tholabah ini menyampaikan, hal ini menjadi satu hal yang sangat disyukuri. Terlebih persaingan dengan pendaftar-pendaftar lain yang sangat ketat membuat diri sendiri menjadi kurang yakin dan percaya diri. Alhamdulillah, dengan ketentuan-Nya, diberikan kesempatan untuk menimba ilmu di bagian sudut kecil benua Eropa.
Namun, hasil memang tidak akan mengkhianati usaha. Perjuangan anggota CSSMoRA UIN Jakarta yang akrab dipanggil Kak Iqoh ini bukan tiba-tiba muncul di pagi hari. Keberhasilan di 2019 ini rupanya telah ditekuni Kak Iqoh sejak 2015 lalu pasca kelulusannya di Kesehatan Masyarakat, UIN Jakarta. Dan persiapan pra ketekunan tersebut pun sudah dilatihnya semenjak di bangku perkuliahan S1 dengan aktif mengikuti seminar-seminar beasiswa luar negeri.
“Untuk adik-adik CSSMoRA, ketika kalian memiliki cita-cita, mimpi, kalian harus bergerak. Paling tidak kalian sudah melangkah dan berusaha bergerak menuju mimpi itu. Tidak ada hal yang tidak mungkin. Cari tahu jalan sebanyak-banyaknya menuju mimpi itu lalu usahakan dengan gigih. Jangan pernah memberi batasan kepada pikiran kalian bahwa mimpi kalian tidak mungkin terwujud.” Ungkap Kak Iqoh.
Di akhir sesi wawancara kak Iqoh menyampaikan, “Kaka yakin, anak-anak CSSMoRA adalah anak-anak pilihan. Kalian punya background santri yang khas, berbeda dengan anak-anak yang lain. Anak-anak CSSMoRA adalah generasi pilihan. Generasi emas. Kita bisa saling membantu untuk bersama-sama membangun Indonesia, dengan kontribusi kita di bidang kita masing-masing; di daerah kita masing-masing; atau lebih khususnya di pesantren kita masing-masing. Jangan menyerah dan jangan pernah pesimis. Semangat!”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *