Sang IPK terbaik CSSMoRA UIN Jakarta, Melenggeng bersama di ajang BNSC 2018

Sabtu (20/10) telah berlangsung perlombaan BNSC (basic nursing science competition) di fakultas keperawatan universitas Jember, Jawa Timur. Tujuan dari perlombaan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa keperawatan dalam berkompetisi. Yang menarik adalah ajang bergengsi ini diikuti oleh dua anggota CSSMoRA UIN Jakarta terbaik yaitu Izzah Amalina (2016) penerima award IPK terbaik pada puncak SEGA CSSMoRA UN Jakarta 2017 dan Afrizal (2017) penerima award IPK terbaik pada puncak SEGA CSSMoRA UN Jakarta 2018. Prestasi gemilang ini tentunya tidak didapatkan dengan mudah, banyak rangkaian seleksi yang dilalui oleh mereka hingga akhirnya bisa mengikuti perlombaan ini. Mulai dari mendaftarkan diri ke HMPSIK dan mengikuti tes tulis. Setelah dinyatakan lulus tes tulis, selanjutnya mereka mengikuti tes wawancara. Kebahagiaan menyelimuti hati kedua anggota CSSMoRA UIN Jakarta ini saat berhasil menjadi utusan UIN Jakarta bersama empat orang lainnya. Setiap tim terdiri dari 3 orang. Tsana Hanifah, Izzah Amalina dan Afrizal menjadi bagian dari tim satu sedangkan Team 2 terdiri dari Annisa Lutfia, Izza Mauritsa dan Yuriza Adi.
Rangkaian pertama dari lomba ini yaitu nursing Exam, jadi setiap team akan menjawab 100 soal untuk dipilih menjadi 15 besar dari 48 team (9 institus). Dan kedua tim UIN Jakarta ini berhasil menjadi bagian dari 15 besar tersebut. Rangkaian selanjutnya yaitu nursing quis, 15 team yg masuk semifinal tadi akan dipilih 5 team untuk maju ke tahap selanjutnya yaitu skill lab. Nursing quis menyajikan soal yang terbilang sedang-berat dengan metode cerdas cermat. Masing-masing kelompok saling berebut untuk menjawab pertanyaan. Pada babak ini, tim mereka melawan institut stikes katolik surabaya ( juara #1 BNSC 2017 ). Terlihat dari kesigapan mereka menjawab soal yang bahkan belum selesai dibacakan. Namun sikap kompetitif tetap ada disetiap tim. Dipenghujung tahap kedua, mereka berhasil menyamakan kedudukan dan melanjut ke soal tambahan. Namun amat disayangkan, bahwa tim yang berisi anggota CSSMoRA terbaik ini harus gugur dengan selisih skor 1.
Ditemui oleh reporter DENTA, Izzah Amalina mengatakan bahwa ia sangat senang bisa mengikuti perlombaan ini, walaupun belum berkesempatan untuk meraih juara. Izzah mengakui ia mendapat pengalaman yang luar biasa, teman baru, dan sekaligus bisa mengunjungi daerah baru. Pesannya untuk anggota CSSMoRA UIN Jakarta adalah jangan pernah takut gagal, terus coba dan coba. Dan jangan sombong kalau menang. Begitupun dengan Afrizal walau sempat merasakan sedih dan kecewa karena harus gugur di babak semifinal, namun hal ini menjadi pengalaman besar baginya. Satu pesannya buat keluarga besar CSSMoRA UIN Jakarta yaitu tetaplah belajar dan perbaiki prestasi, baik itu intra maupun ekstra kampus.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *