Jangan Takut Memulai, Buktikan Bahwa Santri Mampu Bersaing

Namanya Siti Istiqlalia, mahasiswa Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2016. Hari ini beribu syukur terpanjatkan, alhamdulillah namanya sukses membanggakan keluarga CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Minggu, 28 Oktober 2018 tapak kaki Kak Istiq melangkah di pelataran auditorium Prof. MK Tadjoedin dalam rangka mengikuti Patient Counseling Competition (PCC) dari rangkaian kegiatan The 8th Pharmacy Expo yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran – Fakultas Ilmu Kesehatan (FK-FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta mahasiswa farmasi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kegiatan perlombaan dilaksanakan dalam dua tahap yakni, babak penyisihan dan babak final.
Di babak penyisihan, peserta diberi kasus dan resep dokter kemudian diminta mengkaji resepnya dalam bentuk kajian administratif dan farmasetik. Pasca babak penyisihan, tahapan dilanjutkan ke babak final dimana penilaiannya didasarkan pada studi literature (40%) dan konseling (60%). Penilaian studi literature dilaksanakan dalam waktu 10 menit terkait informasi obat, sedangkan penilaian konseling dilaksanakan selama 7 menit kepada pasien secara langsung.
“Aku sebenarnya tidak begitu yakin mampu masuk di babak final dengan nilai tertinggi babak penyisihan.” Ucap anggota CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Alhamdulillah, lima nama peserta berhasil memasuki babak final. Mereka adalah dua peserta mahasiswa UI, satu peserta UGM, satu peserta UNJANI dan satu peserta UIN Jakarta, ya! Siti Istiqlalia.
Babak final pun berjalan. Setiap peserta memaksimalkan usahanya masing-masing. Melantunkan setiap harapnya untuk terkabul dan sampai babak final selesai.
“Jujur, aku sedikit pesimis untuk menjadi juara. Target utamaku setidaknya mampu masuk babak final, tapi alhamdulillah do’a-do’aku terjawab.” Ungkap Kak Istiq di akhir wawancara.
Dan hasil memang tidak akan mengkhianati usaha. Kak Istiq membuktikannya lewat keberhasilannya menjadi juara 3 di ajang Patient Counseling Competition ini. Kepada pembaca semua, intinya jangan pernah berhenti, terus perbanyak latihan dan belajar serta tidak lupa untuk terus berdo’a dan memohon restu kepada orang tua, kepada guru-guru, kepada keluarga dan kepada teman-teman.
“Intinya jangan takut untuk memulai, kita harus buktikan bahwa santri juga mampu bersaing.” Pesannya di akhir penyampaian.
Terimakasih untuk keluargaku CSSMoRA UIN Jakarta
Atas seluruh do’a dan dukungannya
Pencapaian ini tidak terlepas dari do’a dan dukungan kakak-kakak, adik-adik dan teman-teman.

Denta CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *