Berdiskusi Bersama Berbagi Ilmu Bersama

Kutubut Turats : Pro Kontra BPJS dalam Pandangan Islam

       
Minggu ( 29/11), CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mengadakan Kutubut Turots-kajian kitab klasik yang menjadi salah satu program kerja Departemen  Keislaman setelah beberapa bulan vakum karena bergantinya kepengurusan CSSMoRA. Acara kali ini diketuai oleh mahasiswi semester 3 program studi Ilmu Keperawatan, Nidaan Khofiyya. Konsep acara masih seperti acara Kutubut Turots sebelumnya yakni -dengan membentuk kelompok dan diskusi dibimbing oleh seorang tutor- namun kali ini agak sedikit berbeda, dimana peserta diminta mengambil satu undian yang berupa nomor-nomor yang mana itu mewakili no kelompok beserta pemicu. Awalnya terdapat tiga  pemicu berbeda yakni; BPJS, Gratifikasi obat dan MEA, akan tetapi karena efisiensi waktu jadi akhirnya Cuma satu pemicu yang dibahas.

Acara diawali oleh pengantar oleh seorang tutor Ust M. Hanifuddin yang merupakan salah seorang pengajar di International Boarding Darus Sunnah. Beliau menyampaikan tanggapannya mengenai BPJS kesehatan menurut pandangan MUI. Beliau menuturkan bahwasanya MUI tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa BPJS itu haram namun ada yang harus dibenahi dari sistem BPJS karena terdapat asas gharar (penipuan). Kurangnya transparansi dalam sistem penanganannya itulah yang menyebabkan BPJS dianggap gharar.         

Setelah penyampaian materi oleh tutor yang berkisar 10-20 menit, diskusi pun dimulai. Peserta terlihat sangat antusias, ini terbukti dengan adu pendapat antara kelompok Pro dan Kontra yang juga diikuti dalil-dalil ushul fiqih, beserta hadis-hadis. Acara pun berakhir pukul 22.00 WIB, walau acara sudah bubar namun terlihat beberapa anak masih tetap mengerubungi ustad untuk bertanya.      (AH/AW)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *